Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Politik 5 min read Oktober 06, 2023

Yaqut: Jangan Salah Pilih Capres, Pilih Saja Capres yang Hobbynya Nonton Film Porno

Author

Sebagai Menteri Agama, Yaqut, tidak suka ke capres cawapres pasangan AMIN (Anies Muhaimin). Diucapkan pada saat ada panitia acara bernama Amin Suyitno. Dan diucapkan berkali-kali disetiap acara yang mengundang Menteri Agama.

Yang terakhir diucapkan, jangan memilih capres ganteng yang bermulut manis dan yang melakukan politik identitas, yang pernah memecah belah umat. Terlihat sekali, Menteri Agama Yaqut tidak mendukung AMIN. Padahal ada ketua partai yang memberikan dukungan ke Presiden Jokowi.

Jika diingat lagi, kejadian tahun 2017, pada saat pilgub DKI Jakarta, permasalahannya bukan Anies Baswedan yang menggunakan politik identitas, tetapi kesalahan fatal Ahok yang menyatakan ke masyarakat pulau seribu untuk jangan mempercayai Al Quran. Hal itu menjadi sebab musabab hancurnya Ahok dimata umat beragama Islam, karena telah berkomentar yang bukan agamanya dan berkata negatif. Tetapi pendukung Ahok tidak mau tau, bahwa Ahok telah melecehkan Al Quran, sama seperti Menteri Agama Yaqut yang menganggap perkataan Ahok itu adalah hal biasa, atau malahan mendukung pernyataan Ahok.

Apakah Yaqut yang berani melawan partainya, melawan ketua umumnya, karena jika calon yang didukung oleh PDI Perjuangan, pasti akan menang? Rasanya kurang pantas, menteri yang dicalonkan menjadi menteri oleh partainya, tapi malahan tidak mendukung, malahan terang-terang tidak mendukung.

3x berada di podium atas nama menteri agama, selalu berbicara untuk jangan memilih AMIN secara explisit. Apakah Yaqut medukung capres yang hobbynya nonton film porno? Kok menteri agama begitu? Atau mengganggap nonton film porno adalah biasa dan dibolehkan seperti Ahok yang melecehkan Al Quran?

Semoga Yaqut sebagai menteri agama, bersikap bijak berlaku sebagai menteri yang mengurusi dan mengayomi permasalahan agama dan moral bangsa, bukan bicara tentang politik.